Arsip Tag: kemenkes

Soal Petugas KPPS Meninggal pada Pemilu 2024, Ini Kata Kemenkes

Jakarta –

Pejabat KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang bertugas pada Pemilu 2024 banyak yang meninggal dunia. Kementerian Kesehatan RI terus memantau perkembangannya.

“Empat orang meninggal pada 13 (Februari),” kata Kepala Departemen Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Termezi kepada Detikcom, Kamis (15/2/2024).

Ia melanjutkan: Hari ini, hal tersebut kembali dikonfirmasi.

Berdasarkan data sementara, sebaran 4 kasus yang mengakibatkan hilangnya nyawa petugas KPPS adalah sebagai berikut: Provinsi Tengah 2 kasus di Kabupaten Wonosobo 1 kasus di Kabupaten Brebes di Provinsi Timur 1 kasus di Kabupaten Magetan.

Dr Nadia mengatakan kepada Antara, 13 laporan kematian anggota KPPS masih dalam penyelidikan Dinas Kesehatan kabupaten. Selain itu, dia menyebut 15 persen petugas masih berusia di atas 55 tahun.

Katanya: Selain itu, ada juga orang lain yang menderita penyakit serius, tapi tidak terkendali.

Tonton video “KuTips: Formula 4C Cegah Pejabat KPPS Kalah dalam Pemilu” (up/kna).

Lebih dari 800 Ribu Warga RI Kena TBC, Kemenkes Ungkap Biang Keroknya

Jakarta –

Kementerian Kesehatan RI (Kmenkes) mengungkap penyebab tingginya kasus tuberkulosis di Indonesia. Kementerian Kesehatan mengatakan hal ini disebabkan oleh perbaikan sistem investigasi dan pelaporan.

Oleh karena itu, laporan kasus TBC pada tahun 2022 dan 2023 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Pada tahun 2022, dilaporkan terdapat 724.000 kasus tuberkulosis baru, dan data terakhir menunjukkan bahwa pada tahun 2023, terdapat 809.000 kasus baru yang dilaporkan.

Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi, ketika rata-rata kasus baru terdeteksi kurang dari 600.000 setiap tahunnya.

“Sebelum wabah, tingkat deteksi kasus TBC diperkirakan 40 hingga 45 persen kasus TBC, sehingga masih banyak kasus yang tidak terdeteksi atau tidak dilaporkan,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular. Pemberitahuan tertulis diperoleh detikcom, Selasa (30/1/2024) mengutip Imran Pambudi dari Kementerian Kesehatan.

Tuberkulosis harus didiagnosis melalui pengujian dan pelaporan. Jika semakin banyak orang yang terdiagnosis TBC, peluang kesembuhan pasien semakin besar dan angka penularan pun menurun.

Kementerian Kesehatan juga meningkatkan pemantauan dan pelaporan agar data dapat segera diterima. Fasilitas kesehatan dan laboratorium dapat melaporkan kasus TBC secara langsung untuk meningkatkan data dan deteksi kasus.

“Jadi, dari 60% kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi, hanya 32% yang saat ini tidak terdeteksi. Jadi, berdasarkan perkiraan yang diberikan WHO, semakin banyak kasus yang ditemukan, laporan atau notifikasi kasus semakin oke.”

Imran memperkirakan kasus baru TBC bisa menurun pada tahun 2024. Hal ini dapat terjadi apabila deteksi dan pengobatan kasus TBC dapat terus dilakukan di masyarakat. Tonton video “Jepang perlu melakukan tes TBC pada turis Indonesia pada tahun 2024 untuk menjadi yang kedua di dunia” (avk/suc)